IBU.. Jasamu melebihi luasnya samudera


Apa jadinya kalau ibu menuntut “uang jasa” atas keberadaan kita selama sembilan bulan lebih di rahimnya? Berapa banyak uang yang harus kita bayar untuk mengganti biaya persalinan, biaya pemeliharaan serta biaya ASI? Tampaknya daftar tagihan akan makin panjang jika ibu memasukkan biaya pengasuhan, biaya pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, tempat tinggal, bahkan sampai biaya pernikahan.

Pernahkah kita berfikir betapa beratnya kita saat masih dalam kandungan ibu kita? Mungkin sekilas pernah kita berfikir “Ah, kan hanya sembilan bulan. Lagian waktu itu berat ku tak terlalu seberapa” atau kita berfikir “Itu sudah menjadi resiko, kenapa mau menjadi seorang ibu. Semua ibu pasti merasakannya”. Rasanya tidak pantas kata-kata itu keluar dari seseorang yang telah mengaku telah beriman atau seorang muslim.

Jika ada seseorang yang kita anggap ia adalah seorang yang mencintai kita, maka lihatlah saat kita dalam keadaan sakit dan terhimpit dalam kesusahan, apakah ia senantiasa bersama kita? Mungkin tak pernah terbersit dibenak kita, siapakah yang senantiasa ada disamping kita saat kita sakit diwaktu kita kecil. Sosok ibulah yang senantiasa menjaga anak-anaknya bahkan sampai larut sepanjang malam. Apakah kita ada disamping ibu kita saat ia sakit atau mengalami kesempitan dihari ini? Rasanya kita harus banyak sekali berkaca.

Ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah.

Ibu adalah ia yang akan rela memberikan semua hidup yang ia miliki untuk kebahagiaan dan kelangsungan hidup anak-anaknya. Mungkin jika ia dihadapkan pada kondisi sulit yang harus ia pilih antara tetap hidup atau kematian anak yang dicintainya, niscaya ia akan merelakan satu-satunya nyawa yang ia miliki hanya agar anaknya tetap hidup. Pernahkah kita renungkan, bahwa ia yang pernah mempertaruhkan nyawanya ketika kita lahir ke dunia? Mungkin kebanyakan kita telah lupa, betapa besar kasih ibu yang telah diberikan untuk anak-anaknya termasuk kita..!

Dalam agama Islam yang mulia, salah satu yang dikategorikan do’a yang cepat mendapat jawaban dari Allah Ta’ala adalah do’a seorang ibu kepada anaknya. Betapa tidak, do’a seorang ibu adalah do’a yang tulus diberikan kepada anak-anaknya tanpa pamrih. Tidak ada yang diharapkannya selain kebahagiaan dan kebaikan akan senantiasa terlimpah bagi anak tercintanya. Ia adalah orang yang senantiasa mendo’akan kita, lantas sudahkah kita mendoakannya setiap saat, disetiap sholat kita, atau disetiap malam saat kita menghadap-Nya..?

Mungkin sering kita lihat ada seorang ibu yang memarahi anaknya karena melakukan sesuatu yang tidak disukainya atau mungkin diwaktu kecil pernah kita mengalaminya. Seperti tersebut dalam berbaktikepadaorangtua.com, seringkali kita berpikir bahwa ia melakukan hal demikian karena kesal atau karena tabiatnya, meskipun hal demikian salah satu diantara penyebabnya akan tetapi tahukah kita bahwa penyebab terbesar marahnya seorang ibu kepada anaknya adalah besarnya kekhawatiran yang ia miliki tatkala anaknya akan mendapatkan kesusahan dan keburukan.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini